Selasa, 25 September 2012

SAJAK KECIL TENTANG CINTA (dariku untukMu (mu))

SAJAK KECIL TENTANG CINTA
(Sapardi Djokodamono)
mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu (mu) harus menjadi aku

Minggu, 23 September 2012

Rindu Jatuh Cinta

Eeiits gile dah. title entri kali ini Rindu Jatuh Cinta. Luar biasa banget nggak seh?
yuuupss, tapi suer itu nyata. gue rindu banget jatuh cinta. why? nggak tau kenapa juga.

Rindu pacu jantung yang nggak kekontrol.
Rindu senyum-senyum sendiri
Rindu semangat yang luar biasa menggebu.
Rindu hati merasa luar biasa tiap harinya ketik jatuh-cinta.

yaaahh. tapi mungkin emang belo waktunya buat jatuh cinta lagi kalee ya.
so let's it flow aja :))

Night love <3 p="p">

Rabu, 19 September 2012

Pelayanan Publik, Orientasi Utama Birokrasi Itu Ada


Jepang, sebuah Negara di kawasan Asia Timur yang menganut sistem demokrasi. Namun berbeda dengan Negara bersistem demokrasi lainnya, Hanya ada satu partai yang dominan di Jepang, yaitu Liberal Democratic Party (LDP) yang berkuasa sejak 1950-an. Namun di samping itu sistem multi partai juga diterapkan dengan adanya 6 partai besar di jepang.
Konstitusi 1947 Jepang mengandung tiga prinsip pokok, yaitu: 1) Kedaulatan Rakyat dan Peranan Kaisar sebagai Simbol; 2) Suka Perdamaian; 3) Menghormati Hak Asasi manusia. Supra Struktur Politik diatur pula dengan adanya Lembaga Legislatif (national Diet/Parlemen Nasional), Lembaga Eksekutif (Kabinet/Dewan Menteri yg dipimpin oleh Perdana Menteri), dan Lembaga Judisiil (Supreme Court/Mahkamah Agung)
Jepang memiliki suatu sistem nilai yang disebut “Konfusianisme” yang berisi nilai-nilai kearifan, moral perilaku yang dirancang untuk mengatur hubungan dua arah. Sangat menekankan kepada individu mengenai moral atau berbudi aik di tingkat kolektif maupun individu. Sistem ini berlaku sebagai model bagi elit pemerintahan, dimana tugas dan hak istimewa hanya dapat diberikan pada orang-orang dengan kecerdasan dan pendidikan untuk dapat mewujudkan “pemerintah dengan kebaikan”. Konsensus atau pengambilan keputusan berdasarkan mufakat menjadi budaya yang melibatkan seluruh kepentingan baik parpol, birokrat, intelektualis, media dan pengusaha. Kebebasan pers dijunjung tinggi dan terbuka bagi siapapun yang ingin menyalurkan pemikiran, bahkan mengkomunikasikan kejelekan para tokoh pilitik yang nantinya dijadikan masukan dalam pembuatan kebijakan pemerintah.
Birokrasi Jepang dikatakan cukup kuat, unik karena birokrat pemerintahan nasional dapat dipinjamkan kepada pemerintah local sehingga adanya kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan menciptakan harmonisasi antara dua level pemerintahan. Rekrutmen PNS melalui ujian kompetitif dan evaluasi personal, dan kebanyakan lulusan institusi pendidikan terbaik akan menempati posisi professional. Kaum laki-laki spesialisasi pendidikan hukum mendominasi level administrative tertinggi di jepang. Selain lulusan Hukum, lulusan Finance dan International Trade and Industry juga dominan memiliki status tinggi. Dikenal sebuah praktek “amakudari”, dimana pensiunan PNS dapat bergabung di perusahaan swasta maupun milik Negara, bahkan dapat bergabung di partai.
Berbicara tentang pelayanan publik, rating sangat baik berjalan efektif dan efisien diberikan dibidang pelayanan masyarakat secara langsung maupun dalam peran birokrasi penyelenggaraan pemerintahan. Hal tersebut selain dikarenakan dalam perekrutan aparatur Negara sebagai pelayan publik dapat dibilang menjunjung tinggi kapabilas dan kualitas SDM. Serta dilihat dari sisi peraturan pelayanan publik memiliki korelasi positif dimana SDM yang berkapabilitas dan kualitas tinggi berbanding lurus dengan baiknya peraturan yang dibuat untuk pelayanan publik. Dalam penggawasan aparatur Negara-pun dilaksanakan dengan ketat dan tegas. Pelayanan public dalam bentuk infratruktur kiranya patut dicontoh oleh Negara-negara lain. Katakanlah modal transportasi lebih khusus lagi kereta api di jepang, dengan tingkat kepadatan lalu-lintas tertinggi di dunia namun selalu tepat waktu.
 Berharap dengan adanya reformasi birokrasi. Sistem birokrasi Indonesia menjadi lebih baik. Meneladani hal-hal baik dari Negara-negara yang lebih maju, seperti yang telah dipaparkan di atas kiranya tidak menjadi sebuah gengsi. Hilangkan kebiasaan “ingin diladeni” karena aparatur negaralah yang harusnya “meladeni” rakyat Indonesia.

Minggu, 29 Juli 2012

Jodoh, Menikah-kah (?)

Baru saja di Chat Room, seorang teman bernama Choirun Nisa Ristanty menanyakan sebuah hal kepadaku. "Eh Ma, Ada nggak sih orang yang diciptakan nggak punya jodoh?"
Pertanyaan yang cukup menggelitik menurutku, kemudian aku bertanya dalam hati? "ni orang ngapain tanya model beginian?" Dengan santainya ku tanggapi "Bukannya aku dan kamu juga jodoh ya Tan?"


yaah, aku tau poin yang dipikirkannya. "Jodoh dengan korelasi Menikah"
Well, seketika itu pula aku menjawab dengan pertanyaan balik... Jika Jodoh itu diartikan dengan menikah, lalu . . .
Apakah mereka yang mati muda dikatakan tidak berjodoh?
Apakah mereka yang memang memutuskan untuk tidak menikah itu tidak punya jodoh?
Apakah mereka yang hingga tua dan mati tak ada kesempatan untuk merengkuh indahnya pernikahan berarti Tuhan tidak menitipkan jodoh untuknya?


Bahkan sebelum kita lahirpun, Tuhan telah menuliskan rangkaian jodoh untuk kita di agenda rahasia-Nya. Semua orang pasti mempunyai "Jodoh" tapi belum tentu semua orang bisa menikah.
Aku dan Kamu betemu, bahkan yang hanya sekali bertemu lalu saja, itu Berjodoh__

Senin, 23 Juli 2012

menangis malam ini,
ku harap menjadikan tegar untuk hari esok.

Senin, 04 Juni 2012

US

Rofi - Kiko - Mima - Aswin

Nemu foto ini, tiba-tiba langsung nyesek. oh god! 
Kita berempat baru aja buber, puasaan 2011. Jalan-jalan ke alun-alun Tulungagung. Take a picture buat kenang-kenangan. dan yaa that's really be a remember for all of us.
Kiko sama Rofi putus duluan, nggak tau pasti kenapa alasannya.
Ternyata aku sama Aswin nyusul putus juga dengan pastinya ada alasannya.
kalo dari sekarang, kiko udah singel 6 bulan aku 3 bulanan.

Sempat nyeletuk juga ak ke kiko "Dulu kita berempat yaa, sekarang kita cuma berdua"



Sabtu, 02 Juni 2012

Hujan bulan Juni – Sapardi Djoko Damono


Selamat datang JUNI :)
Selamat datang untuk ke 19 kalinya dalam hidupku_ doaku untuk Juni ini ku gantungkan pada indah puisi dari tangan Sapardi Djoko Damono. Aku ingin menjadi Hujan yang tergambar tegar dalam sajak-sajaknya yang penuh doa, Aku_Hujan Bulan Juni




Hujan bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu